Sunday, February 15, 2015

Subhanallah, si 'dia' kembali!

Subhanallah, si 'dia' kembali! Oh My God, it's really unbelievable!

Begitulah. Jika kemarin aku dengan hati miris dan airmata tertahan posting tentang kegundahan hati gegara si ipad tercinta berpindah tangan alias dicuri orang, maka hari ini, aku ingin banget berbagi cerita bahagia karena si dia kini hadir secara ajaib, kembali ke tangan. 


Hadir secara ajaib? Yes! Makanya kisahnya nangkring di blog 'Dunia Lain' ini, dan bukan di My Virtual Corner, seperti kisah hilangnya yang nangkring di sana.

Mantemans pasti penasaran bangetkan akan gimana proses kembalinya? Gimana proses melacaknya? Hehe. Tenang, yuk segera pantengin ceritanya yuk!

Unbelievable, but true lho!

Seperti yang kukisahkan pada postingan sebelumnya, seraya mengaktifkan aplikasi 'find my ipad' via iCloud di Macbook, aku mencoba memasrahkan diri. Ya Allah, jika memang si 'dia' masih rezekiku, bantulah dia untuk kembali padaku, Ya Allah, karena untuk membelinya lagi, aku saat ini ga punya alokasi dana khusus untuk itu. Bantu hamba untuk mendapatkannya kembali, dengan cara apapun. *Hehe, doa yang maksa ya, Mentemans?* 

Tapi, ya Allah, jika 'dia' tak lagi berjodoh denganku, hamba pasrah ya, Allah, tapi jika boleh hamba memohon, tolong bantu hamba untuk mendapatkannya kembali, plis.... *teteup*

Dan, bagi para pembaca setia blog ini, tentu Mantemans kenal dunk dengan anak angkatku Icha yang sebenarnya adalah anak gaib-nya Dijah? Belum kenal Dijah? Weleh, hayu kenalan di para tokoh ini deh. Nah, Icha dan Dijah, ternyata langsung beraksi begitu mengetahui ipadku hilang. Keduanya langsung melacak [tracking back] kejadian tadi siang. Roh Dijah melepaskan diri dan membiarkan Icha merasuki tubuhnya, agar Icha bisa berkomunikasi denganku. Roh Dijah langsung melesat pergi, sementara aku langsung chitchat dengan Icha, yang langsung mulai menerawang, dengan menutup kedua mata dengan dua tangannya, dan tak lama, meluncurlah laporannya. 

"Bunda, tadi Bunda sama Tante Nchie duduk paling belakangkan? Tas Bunda, Bunda taruh di lantai, di belakang, agak ke bawah kursi. Nah, abang-abang yang di belakang Bunda, bukain tas Bunda pake kakinya. Dia nurunin restleiting tas Bunda pelan-pelan, sambil mulutnya baca-baca. Baca mantera, hipnotis biar ga ada yang nyadarin. Terus ipadnya jatuh keluar, diambil dan dipindahkan ke Tas dia, warna hitam. Ransel. Tante Nchie sebenarnya ada lihat ke arah dia, tapi ga nyadar, cuma tante Nchie malah curiga karena abang-abang itu ngelihat ke arah hape tante Nchie aja, sampe Tante Nchie agak takut. Tapi ga nyadar kalo abang itu nyuri ipad Bunda. Dia tutup lagi tas Bunda pake kaki, tapi setengahnya. Ada ga, Bunda tadi, nutupin restleiting tas Bunda yang kebuka setengah?"

Icha mengakhiri terawangannya, dan aku hanya bisa melongo. Iya sih, tadi aku menutup resleiting yang memang setengahnya kebuka. Aku pikir paling tadi itu kebuka karena aku ngambil buku catatan dari dalam tas. Malah ga curiga sama sekali jika ipadku sudah tak berada di dalam tas itu. Hadeuh! Aku jadi gemes dan marah! Teganya dia mencuri, di forum yang seperti ini! Tapi bukan itu yang terpenting. Gimana agar ipadku itu bisa kembali? Hiks.... 

"Iya, Nak. Bunda ingat, tadi memang Bunda benerin tas Bunda yang kebuka. Tapi Bunda ga curiga ke situ. Terus gimana ini sayang? Bisa ga paddy kembali? Bantuin donk sayang, itu kan hadiah dari Umi Dijah untuk Bunda? Masak hilang? Hiks..." 

"Bunda sekarang sama Adek Juwa dulu ya, Icha mau nyusul Umi ngelacak dulu. Tapi Bunda siap-siap tenaga kalo-kalo nanti Icha butuh bantuan tenaga Bunda ya. Soalnya Ipad kan besar, dan kalo dalam posisi on, pasti elektroniknya juga kuat, bisa bahaya nanti Icha. Tapi Bunda tenang dulu ya, doakan Icha sama Umi bisa menemukan di mana posisi si paddy dulu yaaa." 

Kemudian bocah jin 4 tahunan ini pun menyalami tanganku, menciumnya khusyuk bak anak kecil mau pamitan pergi sekolah. Lalu, tubuh Dijah bergetar sejenak, Icha melepaskan diri dari raga Dijah, dan dalam waktu bersamaan, tubuh itu telah diisi oleh bocah jin yang lebih bayi lagi! Bernama Najwa, umur 9 bulan lebih kurang! Hayyaaah! Eikeh ngasuh bayi deh ini. 

Dan, tubuh besar Dijah kini hanya bisa berbaring [ya iyalah, Najwa kan 9 bulan dan harus mengisi badan dewasa sebesar Dijah, ya enggak sanggup ngapa-ngapain dunk]. Kubujuk bayi jin ini agar tiduran di tempat tidur sementara aku ingin shalat Hajat. Waktu telah menunjukkan angka 11.30 malam hari. Dan aku melakukan shalat Hajat dua rakaat serta berpasrah diri memohon bantuan Allah. Berzikir serta melantunkan sebuah doa penolong yang sering aku gunakan jika sedang gundah gulana. Yaitu doa Nurbuat. Ya, setidaknya untuk menenangkan diri deh.

Ada kira-kira setengah jam aku larut dalam doa, hingga akhirnya aku teringat akan 'seorang anak bayi' yang hanya bisa tergolek di atas kasur. Kulirik si bayi [Najwa] yang ternyata belum tertidur. Malah tersenyum manis mengulurkan tangannya, menyalamiku, yang masih bermukena. Kuperhatikan dalam-dalam, Subhanallah, walau sudah sering mengalami fenomena ini, tapi tak habis speechlessku, terpana, dan takjub. Begitu diisi oleh jin yang balita seperti ini, wajah Dijah pun terlihat jauh lebih lembut, dan seperti anak kecil banget! Subhanallah. Allahu Akbar. Tapi kemudian ingatanku yang lari pada si ipad, langsung mengubah takjub ini pada rasa marah ke si pencuri.


Terlebih ketika ada notifikasi di hapeku, dari iCloud, bahwa ipadku sudah ditemukan dan berada di sekitar jalan Ali Yuda, Rancasari, Bandung.  Ih! Tega banget ih, dasar maling! Coba aku punya ilmu seperti Gumara atau Hang Cinta *tokoh pada sinetron 7 manusia harimau, haha*, sudah aku lacak dan aku obrak abrik si maling ituh! Huh! 

Satu jam kemudian, Icha baru kembali ke tubuh Dijah, sementara Dijah bersama datuk Harimau masih mencari. Alasan Icha kembali adalah karena Najwa sudah cukup mengisi tubuh Dijah, takutnya kalo kelamaan, Najwa bisa sakit, karena Dijah sedang dalam kondisi kurang sehat gegara maagnya kambuh. Dan memang sih, tadi Najwa sempat mengeluh dengan bahasa cadelnya, bahwa perutnya sakit, perih. Tentu itu karena perut Dijah yang perih, jadi ngefek juga ke Najwa. Jadilah aku tidur malam itu bersama Icha, karena Dijah tak kembali hingga pagi.

Pagi hari, aku bangun dalam keadaan lesu dan sedih, teringat akan si paddy yang berada di dalam backpack hitam si pencuri. Huft. Mudah-mudahan Icha atau Dijah berhasil mengambilnya, deh!
Namun aku sedikit ragu, karena tadi Icha bilang, sepertinya dirinya kesehatannya belum pulih benar, sehingga akan sulit untuk mengambil ipad itu. Apalagi hingga sekarang, itu ipad masih dalam posisi on, hanya saja tidak berhasil diutak-atik oleh si pencuri karena posisinya terkunci [passworded] olehku.

Posisi si pencuri tak jauh berbeda dari laporan iCloud, karena saat aku tanya ke Nchie di mana itu jalan Ali Yuda, Rancasari, ancang-ancangnya ternyata sama seperti yang digambarkan oleh Dijah, di mana rumah si pencuri ini berada di tempat seperti yang digambarkan Nchie. Klop lah, tak jauh berbeda. Masalahnya adalah, Dijah juga mengatakan bahwa akan sedikit sulit untuk mengambilnya, karena ipad itu berat dan muatan elektroniknya pasti jauh lebih besar daripada hape. Wanita ini memutuskan untuk tidak mengajak Icha dalam proses pengambilan ini, tapi meminta Icha yang menjaga tubuhnya, agar nanti Icha bisa mengambil tenagaku untuk disalurkan ke Dijah secara jarak jauh, pada saat Dijah dan Ayu [sepupunya Icha, yang juga jin, pastinya] melakukan proses pengambilan. Jadilah aku membatalkan agenda hari ini, yaitu turut menghadiri pelantikan R-TIK Kab. Bandung Barat, bersama Meti Mediya. Apa boleh buat lah, demi mendapatkan ipadku kembali, biarlah aku ga hadir di acara ituh! Tak ape!

Ritual akan dilakukan tepat di jam 11 nanti, dan aku diminta untuk bersiap diri. Ritual? Hehe. Aku menyebutnya ritual, padahal hanya duduk-duduk saja sih, sambil terus ketak ketik di laptop, mengerjakan pekerjaan-pekerjaanku yang belum rampung. Yup, aku berusaha santai walo sebenarnya was-was. Was-was proses ini gagal dan ipad tak kembali. Hiks... Tapi Icha dan datuk harimau yang sempat datang tadi berpesan, aku harus ikhlas! Jika itu masih rezekiku, ipadku pasti kembali. Jika sudah bukan rezekiku, maka aku harus menabung untuk membelinya lagi, jika masih ingin punya ipad! *Datuk nasehatnya ga asyik, ah!

Tepat jam 11-an, Icha memintaku untuk duduk bersila, meninggalkan Macsy [my macbook sexy], dan persis seperti di film-film kungfu, saat orang menyerap atau menyalurkan tenaga dalam, maka Icha melakukan proses itu padaku. Dia menyerap tenagaku, dengan menyentuh kedua pundakku, dan menyalurkannya ke Dijah, yang entah di mana. Aku sendiri hanya merasa sedikit lemas sih, lalu aku di minta untuk kembali ke laptop. Aku menurut, dan mencoba chatting dengan seorang temanku yang tinggal di Istanbul melalui inbox facebook.

"Bun, kayaknya sulit deh ngambil ipadnya. Kakak Ayu ga bersedia mengambilnya, takut kasap [sekarat] dia. Jadi Umi ga sanggup deh sendiri. Icha yang kesana ya, Bun. Bunda sama Adek Juwa, ya!"

Aku terpana, sedih. Jadi ipadku ga bisa balik? Hiks..., tapi aku harus melarang Icha. Anak itu bisa sakit lagi jika memaksa diri. Dan sebelum dia menghilang berganti Najwa, aku segera bangkit mendekat. Dan...,

Masyaallah! Tubuh Dijah bergetar, entah siapa yang datang, yang jadi perhatianku adalah ipadku yang secara mendadak sudah berada di tangan [tubuh] Dijah! Kedua tangan yang tadi kosong, kini sudah memegang ipadku, seraya suara itu berkata 'Siapa yang mau ini?'

Oh, My God, Subhanallah, itu suara Dijah, dan wanita itu kembali ke tubuhnya dengan ipadku sudah berada di dalam genggamannya. Tersenyum manis, namun kemudian rebah sebelum aku menubruknya bahagia. Ternyata Dijah kehabisan tenaga. Rohnya tersetrum arus elektronik dari ipad saat pengambilan tadi. Antara bahagia dan was-was, kujangkau tubuh Dijah. Kubangunkan dia yang berusaha duduk kembali, meyerahkan ipad itu ke tanganku. Kupeluk tubuhnya penuh bahagia.

Alhamdulillah, ya Allah. Engkau jawab doaku dengan cara ini. Terima kasih, Dijah, Subhanallah, kalian sungguh luar biasa. Icha, Dijah, trimakasih. Datuk harimau, trimakasih untuk bantuan kalian. Hiks...

'Kak, lain kali, tolong untuk lebih berhati-hati. Kalo bukan karena ini milik kakak, aku ga akan bertaruh nyawa untuk mengambilnya kembali. Sulit sekali mengambil barang elektronik, tolong dijaga ya kak. Jangan hilang lagi. Si Ayu aja menyerah tadi, takut kasap [mati] dianya. Ternyata roh manusia juga yang lebih kuat, hehe. Tapi aku mau istirahat dulu di rumah kak May ya, mau minta infus dulu, capek kali aku, kak, habis tenagaku, kakak jaga Icha ya. Asslammualaikum."

Dan setelah kujawab, tubuh itu kembali bergetar, Dijah melepaskan diri dari raganya, diisi oleh Icha yang langsung tertawa-tawa karena berhasil mengerjaiku tadi. Bahwa pada saat dia bilang kemungkinan ipadku ga bisa kembali, sebenarnya dia sudah melihat Umi Dijahnya datang dengan ipad di tangan. Huh, dasar ini bocah! Ngerjain aku, ih! Awas kamu, ya, Nak!
Sementara aku dan Icha tinggal di rumah, roh Dijah melayang menuju kampung nenek, langsung ke rumah kak May, putri nenek yang berprofesi sebagai bidan di kampung gaib sana.
Hah? Di alam gaib juga ada bidan? Hehe, ya adalah! Kehidupan mereka juga sama dengan kehidupan kita lho!

Alhamdulillah, akhirnya ipadku, si paddy tersayang, kini telah kembali. Baiklah, aku belajar banyak sekali hari ini. Tentang kewaspadaan yang harus ditingkatkan, tentang pengorbanan dan kasih sayang yang karenanya seseorang rela mengorbankan dirinya demi membahagiakan orang yang disayanginya, tentang kesetiaan, dan banyak hal. Trimakasih untuk pembelajaran ini, ya, Allah. Trimakasih pula untuk kesempatan mengalami fenomena ini.

terkadang, pembelajaran berharga justru kita peroleh
dari kejadian pahit yang tak terduga
Al, Bandung, 14 Februari 2015


30 comments:

  1. Alhamdulillah...Ipad nya ketemu :)

    Salam kenal Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mak. :)
      Salam kenal juga yaa.

      Delete
  2. Waduuh... Ternyata maling juga tak hanya berbekal ketrampilan tangan ya mbak... Ah, alhamdulillah, turut senang ipadnya sdh kembali... memang masih rezeki mbak :)

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah mba Al, masih rejeki dirimu

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah, akhirnya keduanya kembali. Masih rejekinya, btw aq belajar memahami cara kembalinya, kok berat banget yak. Lain kali share ya. Salam sama Dijah heheh

    ReplyDelete
  5. senang euy ipadnya udah ketemu :)

    tapi saya lebih tertarik ke cerita icha ini?
    gimana gitu...

    ReplyDelete
  6. Subhanallah...beneran ya...ckckck menarik sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. subhanallaaah....
      alhamdulillah punya sahabat sahabat yang setia ya mbak Al....

      btw aku ga bisa nulis di kolom komen, so terpaksa pake kolom reply jeng Pita hihi

      boleh ga koreksi dikit : Namun aku sedikit ragu, karena tadi Icha bilang, seperti-nya diri-nya kesehatan-nya

      coba kurangin -nya hihi... agar efektif kalimat *sotoy ya

      Delete
  7. Subhanallah.. alhamdulillah ipad nya kembali ya mbak :-)

    ReplyDelete
  8. Kalau masih rezeki..pastinya enggak kemana mana ya mba..

    ReplyDelete
  9. Betul juga Mbak, harus ditingkatkan kewaspadaan.
    Alhamdulillah ipadnya sudah kembali ya Mbak...

    Salam,

    ReplyDelete
  10. Dramatis sejalilah macam inyek2 lagi bertarung, hehe. Selamat Kak udah nemu lagi :D

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah,,,masih milik ya mak...semoga miliknya lama dan ga berganti tangan kecuali "direlakan" :)

    ReplyDelete
  12. wah selamat mbak Al, tulisannya kerennn..... :)

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah dah balik mbak al.... Msh blm tau jin2nya

    ReplyDelete
  14. berarti ipad nya masih rejeki.
    Ini pertama kalinya saya berkunjung ke sini, sepertinya saya harus baca dulu cerita2 sebelumnya supaya lebih mengerti hehehe

    ReplyDelete
  15. alhamdulillah masih rejeki yah mak..

    ReplyDelete
  16. Kalau rezeki ngg kemanaaa mak...jadi kangen Dijah dengan Icha 😊😇😊

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah balik lg ya, mak Al...

    ReplyDelete
  18. yaampun maling punya keahlian lain selain di tangan ya mbak. masa iya bisa buka sleting tas pake kaki, luar biasa. Untung sudah ketemu ipadnya..

    ReplyDelete
  19. Terus si Maling itu gak dilaporin ke polisi, mak?
    tega banget ya si maling, apa dia gak malu baca cerita ini :(

    Tp ALhamdulillah ipadnya kembali..semoga gada lagi kejadian kek gini lg ya mak.
    salam buat Dijah dan 'keluarganya' :)

    ReplyDelete
  20. Terima Kasih ATas infonya, bermamfaat dan menambah wawasan.....
    Salam Kenal Dan Salam Sukses.....

    ReplyDelete
  21. Akhirnya kembali lagi. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  22. Akhkirnya kembali juga iPad mbak, dulu pas ilang sempat baca statusnya. Ngeri ya, ada sesama blogger yg curang gitu.

    ReplyDelete
  23. Ngeri bacanya. Jadi ikut tegang. Hmm, semoga pencurinya segera membaca dan sadar.

    ReplyDelete
  24. Jadi merinding deh, punya indera keenam apa namanya mba..

    ReplyDelete